Penghayal Sejati VS Si Penakluk Sejati



Negara adidaya masa kini yakni Amerika banyak membuat film-film yang menggambarkan sosok para pahlawan. Film-film tersebut dikemas semenarik mungkin sehingga para penontonnya menjadi terbius akan kehebatan sosok pahlawan yang fiktif, yang tidak pernah ada dan terbukti keberadaannya. Sosok fiktif tersebut digambarkan bentuk dan dikreasikan memiliki sesuatu diluar jangkauan manusia seperti mengeluarkan jaring laba-laba dari pergelangan tangan, berubah menjadi monster ketika marah dan berbagai macam lainnya yang diperlihatkan seolah-olah itu ada. Dengan demikian dapat kita tarik kesimpulan bahwa mereka hanyalah para penghayal yang membuat suatu kreasi tanpa dasar yang jelas.

Berbeda halnya dengan kaum kafir Amerika yang membuat berbagai bentuk superhero khalayan, umat Islam jauh sebelum kemunculan film-film tersebut telah banyak melahirkan para pahlawan yang terbukti dan nyata keberadaannya karena para ahli sejarah dan bukti sejarah telah menjelaskan. Para pahlawan umat Islam tidak pernah berkhayal dalam mewujudkan segala sesuatunya, tetapi para pahlawan Islam benar-benar melakukan dengan keadaan fitrah manusia. Mereka memperhitungkan segala hal dan tawakkal bahwa hanya dengan bantuan dan izin Allah mereka bisa menjadi para penakluk kebiadaban, kebodohan, penindasan, sebagaimana Rasulullah menaklukan kota Mekkah dari belenggu kaum yang menghinakan kaum lemah, begitupula kekuatan seorang pemimpin umat Islam pada tahun 837 M demi menyelamatkan kehormatan seorang muslimah yang berteriak memanggil pemimpinnya: "waa Mu'tashim?" karena dilecehkan oleh orang romawi pada saat itu menyebabkan 30.000 orang Romawi tewas dan 30.000 lainnya ditawan, nama penyelamat kehormatan muslimah tersebut masih dikenang oleh umat Islam ialah Khalifah Al-Mu'tashim Billah yang rela menerjunkan ribuan pasukan demi menjaga kehormatan seorang muslimah dan ketika bertemu dengan muslimah tersebut ia bertanya: "Wahai saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku ?".

Selain itu juga ada kisah pasukan yang berhasil memindahkan 73 kapal dengan cara mendaki bukit yang terjal hanya dalam waktu semalam, dan berhasil menembus tembok terkuat pada zaman tersebut, merekalah para pasukan penakluk kota konstantinopel di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih (1453 H/857 M).

Kisah mereka bukanlah sebuah hal yang fiktif namun kisah heroik mereka nyata dan telah terbukti.

Lantas apa yang mengahalangi kita untuk dapat menjadi seperti para penakluk tersebut?! Mereka sama seperti kita, mereka memiliki keyakinan yang sama dengan kita, mereka dan kita memiliki petunjuk yang sama yaitu Al-Quran. Yakinlah kita dapat menjadi seperti mereka, karena apa yang mereka lakukan adalah atas dorongan aqidah. Dan seharusnya kita adalah generasi yang menjadi penakluk penindasan saat ini dengan berjuang mewujudkan kembali kehidupan Islam yang menyejahterakan.

Kontras sekali perbedaan antara kita dan mereka, mereka membuat motivasi dengan hal yang fiktif (khayalan), sementara kita umat Islam dimotivasi oleh orang-orang sholeh terdahulu bahwa tak ada yang tak mungkin selama umat Islam bersatu dan meyakini janji Allah.Swt. Ingatlah apa yang telah Allah katakan dalam Al-quran "kalian umat (Islam) adalah umat yang terbaik...", inilah fitrah kita sebagai umat Islam. Selama kita berpegang teguh pada syariatNya niscaya kekuatan kita dapat menaklukkan segala kedzaliman di bumi ini.

InsyaAllah.

Silahkan Masukkan Email anda Untuk Update Fakta Lainnya:

0 Response to "Penghayal Sejati VS Si Penakluk Sejati"

Post a Comment

Tolong Jangan Melakukan SPAM ya.
KOMENTARLAH SESUAI ARTIKEL DI ATAS :)

TERIMA KASIH
ADMIN
INDRA SAPUTRA