loading...

Penjelasan secara Lengkap tentang Flora dan Fauna



Penjelasan secara Lengkap tentang Flora dan Fauna - Hutan berfungsi sebagai paru-paru bumi. Ada beberapa macam-macam hutan dan jenis-Jenis hutan. Berikut penjelasan tentang hutang dan segala macam tentang hutan. 

Macam-Macam Hutan, Jenis-Jenis Hutan dan penjelasan tentang hutan
Macam-Macam Hutan, Jenis-Jenis Hutan dan penjelasan tentang hutan


a. hutan hujan Tropis

Sesuai namanya, tentu kamu bisa menebak bahwa hutan ini terdapat di daerah tropis. Daerah tropis terletak antara garis balik utara (23 derajat30’LU) sampai gari balik selatan (23 derajat 30’ LS). Tentu saja hanya wilayah yang terletak di daerah inilah yang mempunyai hutan hujan tropis. Wilayah tersebut meliputi asia, Afrika, dan Amerika selatan.

Pepohonan yang terdapat di hutan hujan tropis sangat lebat. Kanopinya sangat rapat sehingga mampu menghalangi cahaya matahari menerobos dasar hutan. Hal ini menyebabkan dasar hutan menjadi basah dan lembap.

Tumbuhan yang hidup di hutan ini hampir tidak terhitung jumlahnya. Mulai dari pohon besar yang tinggi menjulang sampai tumbuhan Epifit yang jumlah spesiesnya mencapai ratusan.

Di hutan ini hidup berbagai macam binatang dari mamalia, reptilia, burung, sampai serangga yang jenisnya tidak terhitung. Meskipun sama-sama tinggal di hutan tropis, jenis binatang di Afrika, Asia dan Amerika selatan tampak jelas perbedaanya.

Hutan hujan Afrika dihuni oleh gajah hutan, okapi, kera, abdak, babi rusa, berbagai macam jenis ular, dan burung. Hutan hujan di Asia dihuni oleh binatang gaja, harimau, kera, badak, sanca (phyton), rusa dan berbagai macam burung. Adapun hutan hujan di Amerika selatan dihuni oleh kera, tapir, armadilo, tamandua, kolibri, dan anaconda.

Sekilas ada beberapa binatang yang sama antara Afrika dan Asia, misalnya gajah dan badak. Namun, ada perbedaan yang mencolok antara keduanya. Gajah afrika bertelinga lebar sedangkan gajah asia bertelinga kecil. Badak Afrika bercula dua tetapi lebih panjang dibandingkan badak asia. Bahkan badak asia ada yang bercula satu yaitu badak jawa.

Demkian halnya dengan binatang di hutan hujan Amerika selatan. Di hutan ini hidup kera yang juga terdapat di hutan hujan Asia dan Afrika. Namun, kera-kera di Amerika selatan memiliki ekor yang panjang dan kuat. Ekor ini berfungsi untuk memegang dahan pepohonan. Kera semacam ini tidak terdapat di Afrika maupun Asia.

b. Hutan Hujan iklim sedang

Sesuai dengan namanya, hutan ini terdapat di daerah beriklim sedang, yaitu antara 23 derajat 30’ – 66 derajat30 LU maupun LS. berbeda dengan hutan hujan tropis, tumbuhan yang ada di hutan hujan iklim sedang tidak banyak. Hanya tumbuhan yang tahan terhadap iklim dingin saja yang mampu tumbuh di hutan ini, umumnya berupa taiga, yaitu hutan berdaun jarum seperti pinus, cemara, tusam, dan balsam.
Persebaran hutan ini meliputi Alaska, Kanada, Asia bagian utara, dan eropa. Di kanada, pohon di hutan ini banyak ditebangi hingga menjadikan negara tersebut sebagai penghasil kayu terbesar di dunia. Namun seiring dengan kesadaran lingkungan, penebangan secara besar-besan mulai dihentikan.

Seperti kondisi jumlah jenis pohon, jenis hewan di hutan hujan iklim sedang tidak begitu banyak. Hanya beberapa hewan tahan dingin saja yang hidup di hutan itu misalnya, ruga bagal, beruang grizzly, wolferine, tikus salju, kelincil serigala salju, ular derik dan beberapa burung serta serangga. Beberapa jenis ikan juga hidup di sungai-sungai yang melalui hutan ini. Di antara beberapa jenis ikan yang terkenal adalah ikan salmon di kanada. Ikan ini berenang menuju hulu sungai dalam jumlah ribuan untuk bertelur.

2. Hutan Peluruh (Hutan musim)

Kebanyakan hutan peluruh juga berada di daerah iklim sedang yang mempunyai empat musim. Disebut hutan peluruh karena pada musim gugur daunnya luruh berguguran. Jenis ini mencakup pohon berangan, maple, sepang, dan bek. Sebelum daunnya berguguran, daun pohon-pohon ini berwarna-warni sangat indah. Ada yang berwarna kuning, oranya, hijau tua, bahkan merah cerah.
Binatang yang hidup di hutan ini antara lain oposum (Sejenis tikus), tupai tanah, ular, burung falcon, dan serangga. Hutan peluruh terdapat di Amerika utara, Asia timur, dan Eropa.

3. Padang Rumput (Grassland)
Grassland adalah lahan yang didominasi oleh tumbuhan rumput, semak belukar, dan beberapa jenis pohon lainnya. Grassland terdapat pada daerah yang curah hujannya rendah, baik di daerah tropis maupun di daerah beriklim sedang. Grassland yang ada di daerah tropis disebut tropical grassland (padang rumput tropis) dan yang ada di daerah beriklim sedang disebut temperate grassland (padang rumput iklim sedang).

a. Padang rumput tropis (Sabana)
Padang rumput tropis sering kita sebut sabana. Di Amerika Selatan (Venezuele) disebut ilanos. Sabana adalah lahan berumput namun di sana sini ditumbuhi pepohonan. Sabana terletak di daerah dengan curah hujan antara 50-130 sentimeter pertahun. Di temap ini hujan hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu.

Sabana di Afrika, Australia, amerika selatan, sebagian india dan sebagian kecil wilayah indonesia.  Sabana terluas terdapat di Afrika. Hampir setengah dari luas benua ini tertutup sabana. Di beberapa bagian sabana dilalui aliran sungai yang beberapa diantaranya adalah sungai besar seperti sungai nil, zambesi, dan kongo di Afrika. Di Venezuela, sabana dilalui aliran sungai orinoko. Bahkan di sabana sering terdapat genangan air berupa rawa-rawa.

Flora yang terdapat di sabana Afrika antara lain rumput bermuda, rumput gaja, pohon baobab, aksaia, eboni, dan cadelabra. Adapun flora yang tumbuh di sabana Australia antara lain ekaliptus, kasuarina, pohon botol, dan pohon rumput. Sabana di Amerika selatan ditumbuhi fern, bromelia, carnivorous sp, guaamaya, dan pentamierista.

Ternyata, meskipun sama-sama bernama sabana, flora yang tumbuh antara daerah satu dengan lainnya berbeda. Perbedaaan itu juga terjadi pada fauna, sabana australia dihuni oleh binatang seperti kanguru, koala, goana, dingo dan landak.

Sabana di Amerika selatan dihuni beberapa binatang pemakan semut (chiguire), serigala, beberapa jenis burung, dan reptil. Sabana yang paling banyak dihuni binatang adalah sabana Afrika. Di sini hidup berbagai binatang yang sangat mengagumkan. Selain dihuni oleh binatang darat terbesar dan tertinggi di dunia, yaitu gajah sabana dan zarafah, di sabana ini hidup binatang pemangsa dengan kecepatan lari tercepat di dunia, yaitu cheetah. Binatang lain yang hidup di sabana ini antara lain rusa, antilop, gazelle, zebra, badak, singa, hyena, wildebis, gnu, burung unta, burung nazar, elang dan babi rusa. Bagian sabana yang berawa atau dilalui sungai terdapat kuda nil dan buaya.

b. Padang rumput iklim sedang

Berbeda dengan sabana, padang rumput iklim sedang memang benar-benar hanya ditumbuhi rumput. Di bekas negara Uni Soviet, padang rumput seperti ini disebut stepa. Kita pun sering menggunakan kata ini untuk menyebut padang rumput.
Sebenarnya banyak sekali sebutan untuk menyebut tempat seperti ini. Di Afrika selatan, padang rumput seperti ini disebut veldt, di Amerika utara disebut prairie, di Amerika selatan disebut pampa, dan di hongaria disebut puszta.

Flora yang ada di padang rumput iklim sedang hanyalah rumput dan ilalang. Fauna di tempat ini tidak sebanyak di sabana. Fauna yang ada hanyalah kelinci, rusa, burung hantu, dan ular. Fauna terbesar adalah bison yang terdapat di Amerika utara.

4. Gurun
Gurun merupakan tempat paling gersang di muka bumi. Di biom ini, air tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas. Meskipun demikian, bukan berarti di gurun tidak ada kehidupan. Di tempat ini hidup berbagai macam flora dan fauna, terutama yang tahan terhadap kekeringan.
Gurun tersebar di benua asia, Australia, Amerika dan yang terbesar terletak di benua Afrika, yaitu gurun sahara. Flora yang umum terdapat di gurun adalah beberapa jenis kaktus. Di gurun asia dan Afrika utara tumbuh pohon kurma. Di gurun Afrika selatan tumbuh semak dan alang-alang. Di gurun Amerika tumbuh bunga-bunga berwarna cerah seperti dandelion dan verbena. Di gurun Australia tumbuh pohon boojum.
Fauna berukuran besar yang mampu hidup di gurun adalah unta. Selain itu, ada rubah, tikus, burung pemakan bangkai, burung pelatuk, burung hantu, ular derik, kadal dan katak. Terdapat juga binatang-binatang kecil seperti laba-laba, kalanjengking, dan kumbang penggali.

5. Tundra
Tundra adalah padang lumut yang terdapat di daerah beriklim dingin. Sesuai dengan namanya, biom ini didominasi oleh tumbuhan lumut dan sedikit rerumputan yang tahan terhadap iklim dingin. Tundra terdapat di wilayah Amerika utara, siberia, dan Eropa utara.

Fauna khas di biom ini adalah Karibu yang memanfaatkan lumut dan sedikit rumput sebagai makanannya. Selain itu, ada rusa, kelinci dan serigala.

6. Samudra
Inilah biom terluas di muka bumi. Miliaran makhluk hidup mulai dari yang terbesar di dunia (paus bir) sampai yang terkecil (plankton) menempati biom ini. Di perairan dangkal dan hangat, binatang karang membangun terumbu yang kadang sangat ebsar seperti great barrier reef (karang penghalang besar) di timur australia. Di karang ini hidup berbagai macam biota laut seperti ganggang, ikan, dan kerang itu sendiri.
Perairan ini juga menopang kehidupan makhluk darat seperti anjing laut, singa laut, penguin, dan burung-burung laut. Biom ini menyediakan pula makanan yang berlimpah bagi manusia. Manusia dapat mengambil flora seperti  ganggang dan rumput laut serta fauna berupa ikan.

Kini, jelaslah bagimu bahwa flora dan fauna di bumi ini tersebera sedemikian rupa menempati wilayah tertentu. Beberapa flora dan fauna terkesan aneh dari nama, bentuk dan tempat hidupnya. Ini menandakan bahwa flora dan fauna itu tidak terdapat di daerahmu.

B. Persebaran Flora dan fauna di indonesia

Secar garis besar kamu telah mengetahui persebaran flora dan fauna di muka bumi. Tentu saja persebaran itu hanya bersifat umum saja. Di indonesia sendiri, persebaran flora dan fauna tidak mrata. Bagaimana persebaran flora dan fauna di indonesia? Mari kita indetifikasi persebaran flora dan fauna di negara kita.
Sebagaimana kamu tahu, negara kita adalah negara dengan wilayah kepulauan yang terdiri atas 17.000 pulau lebih. Di pulau-pulau itu hidup berbagai macam flora dan fauna yang membuat negara kita diakui sebagai negara dengan kesamaan  hayati tertinggi di dunia. Indonesia memiliki tumbuhan jenis palem terbanyak di dunia, yaitu 400 jenis. Di indonesia juga tumbuh sekitar 25.000 jenis tanaman berbunga atau peringkat ketujuh di dunia.

Keberadan flora ini menopaang kehidupan fauna. Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia yang mempunyai jenis mamalia terbanyak, yaitu 515 jenis. Indonesia juga menjadi negara peringkat pertama di dunia yang mempunyai jenis kupu-kupu terbanyak, yaitu 121 jenis. Dari segi jenis reptil, indonesia menduduki peringkat tiga di dunia dengan 600 spesies, peringkat empat untuk burung (1.519 jenis), dan peringkat kelima untuk amfibi (270 jenis).

Data-data itu menunjukkan betapa negara kita memiliki kekayaan yang luar biasa. Kekayaan ini telah lama menyita perhatian dunia sehingga begitu banyak peneliti dan pemburu yang datang ke indonesia.

Dari seluruh flora dan fauna itu, sebagain besar merupakan flora dan fauna endemi, artinya tidak ada di wilayah negara lain. Flora fauna itu mempunyai kekhasan tersendiri. Kekhasan itulah yang menimbulkan minat para ilmuwan  untuk datang  ke indonesia. Salah satu ilmuwan itu adalah Alfred Russel Wallace yang berasal dari inggris. Ia mengadakan penjelajahan di indonesia selama delapan tahun, sejak tahun 1854 sampai dengan 1862. Dari penjelajahan itu, wallace menemukan beberapa keanehan menyangkut persebaran fauna. Wallace mendapat fauna yang ada di sumatera juga banyak terdapat di kalimantan. Beberapa ikan ikan di air tawar di sumatera juga terdapat di kalimatan, padahal di antara dua pulau itu terdapat perairan laut yang cukup luas, yaitu selat karimata. Tidak mungkin ikan air tawar itu menyeberangi perairan laut yang asin. Anehnya, ikan air tawar di pulau sulawesi berbeda dengan di kalimantan. Padahal selat yang memisahakan lebih sempit dibanding selat karimata.
Keanehan lain yang ia dapat di pulau sulawesi adalah burung. Ia sama sekali tidak mengira bahwa jenis burun hidup di sulawesi berbeda dengan beurung yang hidup di karimata. Keadaan iklim di kalimantan dan sulawesi pun sama. Begitu juga dengan kondisi geografisnya tidak jauh berbeda.

Itulah sekilas uraian yang menggambarkan betapa beragamnya flora dan fauna di indonesia. Untuk mengetahui lebih detail bagaiman persebaran flora dan fauna indonesia, berikut blogger jemo lintang mengulasnya, mari mengenali flora dan fauna di indonesia serta persebarannya.

1. Flora di indonesia
Seperti telah diuraikan di atas, flora di indonesia begitu beragam. Flora itu menempati suatu areal lahan yang dapat menunjang kehidupannya. Selanjutnya, flora itu membentuk biom dan subsubiom, untuk mengenal flora apa saja yang ada di indonesia, kita akan menyelidikinya berdasarkan biom dan sub-subbiom tersebut.
Tidak semua biom ada di indonesia. Tundra dan gurun tidak ada di indonesia. Biom yang ada di indonesia antara lain hutan hujan tropis, hutan musim, dan sabana. Melalui biom inilah kita akan mengetahui persebaran flora di indonesia. Mari kita bahas satu persatu

a. Hutan hujan tropis
Indonesia termasuk wilayah dunia yang memiliki hutan hujan tropis yang cukup luas. Ini tentu saja erat kaitannya dengan iklim di Indonesia yang sangat mendukung terbentuknya biom tersebut. biom ini terbagi menjadi beberapa subbiom sebagai berikut

1. Hutan hujan pegunungan tinggi
Hutan hujan pegunungan tinggi terdapa di sebagian wilayah sumatera, sulawesi, papua, jawa barat, dan jawa tengah. Ciri-Ciri hutan hujan pegunungan tinggi sebagai berikut
a. terdapat pada ketinggian 1.500-2.400 m dpl (meter di atas permukaan laut)
b. Jenis tumbuhannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan hutan hujan pegununan rendah.
c. Biasanya pohon-pohonnya berdiameter lebih besar, daun-daunnya lebih kecil, dan tidak berakar papan
d. Pohon-pohon yang paling umum dijumpai antara lain berangan/riung, waru batu/waru teja, dan cemara.
2. Hutan hujan pegunungan rendah
Ciri-ciri hutan hujan pegunungan rendah sebagai berikut
a. Terdapat pada ketinggian 500-1500 m dpl.
b. Tingat variasi jenis tumbuhannya sangat kuat yang terdiri atas tiga tingkat, yaitu :
1. Tingkat pertama mencapai 30-40 m dan ada yang tingginya 50-6- m.
2. Tingkat kedua mencapai tinggi 15-20 meter, serta
3. Tingakt ketiga mencapai tinggi 5-10 meter.
c. Pohon-pohon riung/meranak dan petir membentuk asap hutan, sedang pohon-pohon rasamala serta cemara gunung merupakan pohon-pohon tertinggi yang menyeruak keluar dari atap hutan.

3. Hutan tropika dataran rendah
Hutan tropika dataran rendah juga sering disebut hutan keruing atau hutan lagan. Jenis hutan ini mempunyai flora yang paling kaya dan beraneka ragam jika dibandingkan dengan jenis-jenis hutan lainnya di dunia.
Hutan tropika dataran rendah di indonesia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hutan tropika dataran rendah di kawasan barat indonesia dan hutan tropika dataran rendah di kawasan timur indonesia.
Hutan tropika dataran rendah di kawasan barat indonesia didominasi oleh suku keruing dengan banyak jenis dari marga mersawa, pohon kapur, balau, damar, meranti dan giam. Sebanyak 70% dari jenis-jenis pohon tersebut berdiameter 40-80 cm, 25% berdiameter 80-120 cm, dan 4% berdiameter lebih dari 120 cm.

4. Hutan subalpin
Hutan subalpin juga disebut hutan kabut atau hutan berlumut. Hutan ini banyak terdapat di papua dimana terdapat pegunungan yang tinggi. ciri-ciri utan subalpin sebagai berikut
a. Terdapat pada ketinggian 2400-4000 meter di atas permukaan laut.
b. Pohon-pohonnya rapat, tetapi rendah. Tinggi pohon berkisar antara 8-20 meter.
c. Jumlah jenis pohon sedikit dengan batang-batang yang membengkok dan diselimuti berjenis-jenis lumut.

5. Hutan pantai
Hutan pantai juga dikenal sebagai formasi butun. Jenis hutan ini terdapat di dinding pantai di belakang pantai-pantai berpasir yang dihuni oleh biota pantai. Adapun ciri-ciri hutan pantai sebagai berikut:
a. Hutan ini dihuni oleh berbagai jenis pohon butun seperti dadap, pandan laut, dan cemara laut.
b. Susunan tumbuhan hutan pantai di daerah-daerah yang basah serupa dengan di daerah kering musiman.

6. Hutan mangrove
Hutan mangrove juga disebut hutan bakau atau hutan air payau. Hutan bakau tumbuh subur di daerah panati berlumpur yang terlindung, terutama pada daratan menjorok ke laut. Di hutan ini zonasi jenis-jenis pohon yang mendominasi hampir sejajar dengan garis pantai.

Adapun ciri-ciri hutan bakau sebagai berikut
a. Jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir dengan bahan-bahan yang berasal dari lumpur, pasir, atau pecahan karang.
b. Lahannya tergenang air laut secara berkala setiap hari sampai daerah yang hanya tergenang saat pasang purnama
c. Mendapat cukup pasokan air tawar dari darat yang berfungsi untuk menurunkan salinitas serta menambah pasokan unsur hara dan lumpur.
d. Airnya payau dengan salinitas antara 2-22 ppm (1 ppm=0,05%) atau asin dengan salinitas mencapai 38 ppm.

Zona atau daerah hutan mangrove yang ke arah daratan, pada umumnya bercampur dengan rawa air tawar. Daerah semacam ini diduga ada kaitannya dengan salinitas dan sifat-sifat tanah.
Zonasi hutan mangrove di jawa, maluku dan kemungkinan di pulau-pulau lainya cenderung serupa dengan zona hutan di mangrove di sumatera. Adapun hutan mangrove di sumatera dibagi menjadi empat sebagai berikut
a. Zona pionir, yang dirajai oleh api-api sering berasosiasi dengan perepat laut/
b. Zona burus, bakau dan belabu/niri
c. Zona nipah, yang juga sering berasosiasi dengan perepat laut.
d. Zona hutan rawa gambut
Indonesia memiliki hutan bakau terluas di dunia, kemudian disusul nigeria, meksiko, dan Australia. Menurut perkiraan, luas hutan bakau di indonesia mencapai 4,25 juta hektar (giesen, 1993). Sekarang luas tersebut sudah mengalami penyusutan akibat berbagai alih fungsi lahan menjadi lahan pertambakan, pertanian dan pemukiman. Hutan bakau terluas di indonesia terdapat di papua (58%), sumatera (19%). dan kalimantan (16%).
Flora yang hidup di hutan bakau indonesia meliputi 89 jenis pohon, 5 jenis liana, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifir, dan 1 sikas. Di hutan bakau terdapat 47 tumbuhan hutan bakau sejati, antara lain bakau, burus, palem, perepat dan api-api.

7. Hutan Rawa
Hutan Rawa adalah hutan yang tumbuh di daerah-daerah rawa. Tanah rawa terdiri atas tanah aluvial atau tanah gambut. Tanah aluvial terbentuk dari hasil endapan aliran sungai. Sedangkan tanah gambut terbentuk dari hasil pembusukan tumbuh-tumbuhan rawa yang sudah mati. Rawa dapat dibedakan  menjadi dua jenis, yaitu rawa pasang surut dan rawa nonpasang surut.
a. Rawa pasang surut adalah rawa yang terdapat di daerah pesisir yang pada umumnya dipengaruhi oleh pasang air laut.
b. Rawa nonpasang surut adalah rawa yang terdapat di daratan yang letaknya jauh dari pantai, tetapi di dekat sungai atau lahan basah lainnya.
Hutan rawa di indonesia dikelompokkan menjadi dua sebagai berikut
a. Hutan rawa gambut
Tipe hutan ini terdapat di perairan oligotrofik, yaitu perairan yang sangat rendah kandungan zat haranya untuk kehidupan biantang dan tumbuhan. Keadaan ini memungkinkan terbentuknya gambut. Lapisan gambut yang terbentuk dapat sangat dalam (mencapai 20 meter) dan diameternya bisa mencapai beberapa kilometer.
Hutan rawa gambut terbentuk di daerah pesisir sebagai lahan basah pesisir maupun lahan basah daratan yang mengandung kumpulan gambut dalam jumlah yang besar/tebal.
adapun ciri-ciri hutan rawa gambut sebagai berikut
a. Terletak di daerah pesisir sebagai lahan basah pesisir
b. Lapisan gambut pada hutan rawa gambut sangat besar atau tebal
c. Keadaan tanahnya miskin unsur-unsur hara (mineral yang diperlukan tumbuhan)
4. Pohon-pohonnya memiliki garis tengah yang sangat kecil
Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan rawa gambut terluas di dunia (sanda, 1996). Luas hutan rawa gambut di indonesia antara 16,5-27 juta hektar. Hutan rawa gambut terluas di indonesia terdapat di pantai timur sumatera, kalimantan barat, kalimantan selatan, di pulau jawa hanya terdapat sedikit hutan rawa gambut, yaitu rawa danau di serang (banten).
Tumbuhan yang hidup di hutan rawa gambut adalah ramin, suntai, semarum, durian burung, terentang, dan meranti jawa. Tumbuhan tersebut memperlihatkan zonasi yang memusat. Di kalimatan hutan rawa gambut berpusat pada suatu pulau pasir. Di sumatera jenis tumbuhannya berpusat pada endapan gambut yang paling tebal. Semakin ke pinggir, ketebalan endapan gambut semakin berkurang.
b. Hutan rawa air tawar
Hutan rawa air tawar merupakan tipe lahan basah yang biasa ditemukan pada tanah aluvial dataran rendah. Adapun ciri-ciri hutan rawa air tawar sebagai berikut
1. Terletak di antara dua sungai dan jauh masuk ke pedalaman atau pada dataran luas dekat pantai serta berada di antara hutan rawa gambut dan hutan dataran rendah.
2. Digenangi air secara tetap atau musima, baik ari hujan maupun limpahan air sungai.
3. Lapisan gambut pada hutan air tawar hanya sedikit atau tidak mengandung gambut sama sekali
4. Tanahnya berupa tanah aluvial yang subur dan memiliki sistem pengairan yang baik
5. Air yang menggenangi berasal dari air hujan, air sungai dan air permukaan lainnya
6. Pohon-pohonnya memiliki gari tengah (diameter) lebih kecil jika dibandingkan pohon-pohon pad ahutan dataran rendah, tetapi lebih besar jika dibandingkan pohon-pohon pada hutan rawa gambut.
7. Pada musim kering terdapat sisa-sia atau bekas genangan air.
Sesuai dengan ciri-ciri tersebut, maka hutan rawa air tawar terdapat sangat luas di daerah-daerah dataran rendah yang memiliki sungai-sungai yang besar, misalnya di sumatra, kalimantan dan papua. Hutan rawa air tawar di ketiga wilayah tersebut meliputi 95% dari seluruh hutan rawa air tawar mula-mula di indonesia.
Hutan rawa air tawar juga dapat ditemukan di sulawesi, jawa, dan nusa tenggara. Salah satu di antaranya aadalah hutan rawa air tawar yang tdapat di taman nasional ujung kulon yang merupakan habitan terakhir badak jawa.
Mula-mula hutan rawa air tawar di indonesia mencapa luas lebih kurang 103 juta hektar (bappenas, 1993). Namun sampai dengan 2006, luas htuan tersebut diperkirakan tinggal 23 juta hektar. diperkirakan semakin menyusut lagi karena sebagian besar telah dialihkan sebagai lahan pertanian dan perikanan. Lahan pertanian bekas hutan rawa air tawar mempunyai tanah yang subur. Unsur hara yang dikandungnya juga mendukung dikembangkan sebagai perikanan.
8. Hutan kerangkas
Hutan kerangkas terdapat pada tanah-tanah podsol dari pasir kuarsa yang miskin hara dan sangat masam, serta keadaan iklim yang sama dengan hutan huna dataran rendah. Akan tetapi, struktur fisiognomi dan floranya berbedar dari hutan hujan dataran rendah.
Adapun ciri-ciri hutan kerangas sebagai berikut :
a. Pohon-pohonnya kerdil dan jarang serta atapnya terbuka, sedangkan jenis tumbuhan di bawahnya rapat dan berkayu
b. Tumbuhan yang dominan adalah jenis jambu. jenis-Jenis pohon utama lainnya adalah cemaa, perepat darat, blangeran, giam padi, giam temabga, gerunggang, melur, melur tali, sekl dan damar. Jenis-jenis perdu dan herba juga terdapat pada hutan ini.
Hutan kerangas terdapat di pulau bangka, kalimantan timur, kalimantan selatan, sulawesi tengah, dan papua.
9. Hutan batu kapur
Hutan batu kapur terdapat pada areal sempit dengan habitan floranya yang khas. Pada hutan ini terdapat jenis-jenis flora endemi (hanya terdapat di tempat-tempat tertentu) dan langka.
10. Hutan pada batu ultrabasik
Terdapat di kalimantan, sulawesi dan papua. Tanahnya berasal dari sepentinit dan mengandung unsur besi (fe) serta magnesium (Mg) tinggi, tetapi kandungan silikonnya (Si) rendah. Selain itu, juga mengandung unsur-unsur lain yang merupakan racun bagi tanaman dalam jumlah banyak, terutama nikel, kobalt, dan kromium. Jenis tumbuhannya bervariasi, mulai dari semak-semak yang terbuka samapi pohon-pohon yang tinggi dan rapat. Susunan tumbuhannya dapat sangat lain (merambat dengan batang berkayu panjang) atau mirip dengan hutan pada tanah-tanah yang lain.
b. Hutan monsun (hutan musim)
1. Hutan monsun gugur daun
Hutan monsun gugur daun terdapat di pulau jawa, kepulauan nusa tenggara, sulawesi selatan, dan papua bagian selatan. Adapun ciri-ciri hutan monsun gugur daun sebagai berikut
a. Terdapat pada ketinggian 0-800 m dpl.
b. beriklim musiman, biasanya jumlah penguapan melebihi banyaknya curah hujan
c. Curah hujannya kurang dari 1500 mm/tahun. Pada musim kerin, jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/tahun.
d. Ada pohon-pohon yang tingginya di bawah 25 m, biasanya bercabang di bawah.
e. Jumlah jenis pohonnya sedikit.
f. Anakan pohon jarang terdapat
g. Tidak dijumpai paku pohon, pohon kapur, pakis kurung/paku payung, maupun daun kendi.
h. Bambu sering ditemukan, juga tumbuh-tumbuhan bawah yang kebanyakan berupa rumput.
i. Di sumbawa jenis-jebnis pohon yang umum dijumpai yaitu, tanggulun/katos, kesambi dan lanji/walikukun.
J. Di timor dan wetar dijumpai hutan kayu merah pada dataran rendah. jenis-jenis pohon yang membentuk hutan angsana antara lain meliputi angsana, upas, penjalinan, dadap dan balok.
k. Di jawa, madura dan kangean terdapat formasi hutan jati

2. Hutan monsun yang selalu hijau
Hutan monsun yang selalu hijau terdapat di pulau sumbawa, Timor, dan wetar. Di pulau sumbawa hutan monsun terdapat pada ketinggian 800-1000 m dpl dan di pulau timor serta wetar terdapat pada ketinggian 1000 m dpl dan dirajai oleh Eucalyptus (ampupu). Hutan Eucalyptus tersebut selain dibentuk oleh ampupu, juga oleh jenis-jenis pohon lainnya nata lain sengon, kayu embalo, jambu, pakis dan kayu tahun

c. Sabana
Sabana (Savana) adalah tanah bersistem pengairan baik yang sebagian besar ditutupi rumput, semak (kurang dari 50%) dan pohon (antara 10-30%). Jika tanah tersebut ditutupi rerumputan dan paku-pakuan (lebih dari 50%) serta pohon dan semak (kurang dari 10%) disebut padang rumput (Grassland/grass savana).
Sabana tumbuh di daerah yang curah hujannya sedikit hingga sedang. Sabana biasanya dimanfaatkan untuk usaha peternakan, yaitu sebagai lahan pengembalaan. Sabana banyak terdapat di nusa tenggara dan sulawesi selatan.
Pohon-pohon yang merajai pada sabana yang terdapat di kawasan timur indonesia adalah kayu putih. Di flores, timor, alor, wetar dan papua bagian selatan, dirajai oleh tumbuhan akasia dan ampupu (aeucalyptus). di jawa timur dan pulau-pulau lain di nusa tenggara timur, jenis-jenis pohon yang merajai adalah marga lontar dan gebang.
Di pulau timor terdapat empat jenis sabana sebagai berikut
1. sabana cemara gunung ketinggian 100-125 m dpl
2. Sabana akasia dan ampupu pada ketinggian 600-700 m dpl.
3. Sabana Eucalyptus platyphylla ditemukan pada daerah yang bergelombang di dataran rendah.
4. Sabana kayu putih ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl.
Berdasarkan luas hutan yang ada di indoensia, hutan hujan tropika meliputi areal yang paling luas (66 juta hektar), diikuti oleh hutan sekunder (23 juta hektar) padang alang-alang (16 juta hektar) hutan rawa air tawar (13 juta hektar) dan tipe-tipe hutan lainnya (4 juta hektar).

2. Tipe fauna di indonesia
Berdasarkan pengamatan, wallace berpendapat bahwa kalimantan bersama sumatra, jawa, dan bali pernah menjadi bagian asia. Perairan dangkal di sekita pulau-pulau ini membuktikan pendapat itu. Perairan dangkal itu dahulu berupa daratan yang berperan dalam persebaran flora dan fauna. Dangkalan ini dikenal dengan sebutan dangkalan sunda. Karena inilah tipe fauna di wilayah ini memiliki kesamaan. Selanjutnya, fauna di wilayah ini disebut fauna tipe asia.
Di kawasan timur indonesia, hal serupa juga teradi di papua dan kepulauan maluku. Fauna di kawasan ini memiliki kesamaan dengan fauna di australia. Mamalia yang hidup di kawasan ini didominasi oleh masupialia, yaitu mamalia yang berkembang di luar kandungan. Mamalia ini berkembang di kantong induknya seperti kanguru, kuskus berkantong, dan tikus berkantong. Di kawasan ini terdapat burung kasuari yang juga terdapat di Australia.
Persamaan ini merupakan bukti bahwa perairan di kawasan timur indonesia yang dangkal itu dahulu merupakan daratan yang kering pula. Karena itulah, fauna dapat menyebar dari australia ke papu dan sekitarnya. Daerah kawasan ini disebut dangkalan sahul. Selanjutnya, flora dan fauna di kawasan ini dikenal sebagai fauna tipe australia.
Di antara dangkalan sunda dan sahul, terdapat perairan laut dalam. Berbeda dengan dangkalan sunda dan sahul yang perairannya dangkal, perairan di kawsan ini sangat dalam. Perairan ini belum pernah kering. Di perairan ini terdapat pulau sulawesi, kepulauan nusa tenggara, dan pulau-pulau kecil lannya. Kawasan ini dikenal dengan nama Wallacea.
Wallacea memberi batas antara kawaasan dangkalan sunda dan kawasan wallacea dengan garis yang terkenal dengan gari wallace. Garis ini menunjukkan pembagian fauna yang sangat berbeda antara kawasan tipe asia dan kawasan wallacea. Selanjutnya, antara kawasan ini dengan kawasan dangkalan sahul dipisahkan oleh garis weber untuk menunjukkan pembagian jenis faunanya. Ada pula gari lydekker yang digunakan sebagai batas paling barat dari satwa tipe Australia. Penentuan garis ini didasarkan pada batas kedalaman laut di dangkalan sahul.
Namun, baik garis wallace maupun garis weber itu telah menjadi agak kabur. Dari fakta yang ada, beberapa tipe asia dan australia telah beralih ke kawasan wallacea. Burung pelatuk, bajing dan cerurut yang bertipe asia telah melintasi gari wallace, yaitu dari bali ke lombok, sumbawa, flores dan alor. Mungkin binatang itu telah dibawa oleh orang menalesia sebaga bahan makanan dan binataan peliharaan.
Demikian halnya dengan fauna tipe australia. Possum berkanton dan kakaktua merupakan fauna tipe Australia telah menempati sulawesi tetapi tidak ada di kalimantan. Demikian juga buung madu australia yang ada di lombok tetapi tidak ada di bali.
Jadi, kawasan Wallace selain memiliki fauna yang bersifat endemi, yaitu anoa, komodo dan babi rusa juga memiliki fauna perlarihan dari kawasan Asia dan Australia. Oleh karena itu, fauna yang ada di kawasan Wallacea disebut tipe peralihan.
Dari uraian di atas, jelaslah mengapa persebaran fauna di indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu tipe Asia, australia, dan peralihan. Sekarang marilah kita mengindentifikasi persebaran fauna indonesia melalui tiga tipe itu.
a. Tipe asia
Fauna tipe asia terdiri atas beberapa jenis mamalia, burung, ikan dan reptil. Di beberapa daerah, fauna in sudah punah dan di beberapa daerah lain sudah sangat langka. Berikut ini beberapa fauna langka tersebut
1. Gajah (Elephas maximus) terdapat di seluruh sumatera menghuni hutan hujan dataran rendah. Oleh karena itu, disebut gajah sumatera. Sebenarnya persebaran gajah juga sampai ke jawa, namun diperkirakan gaja jawa sudah punah karena terdesak kegiatan manusia. Gajah yang biasanya berkelompok selalu bergerak dalam mencari makan. Mereka sering melalui jalur perkebunan dan pedeseaan sehingga terjadi perselisihan dengan manusia. Karena inilah jumlah gaja berkurang.
2. Badak
Di indonesia terdapat dua jenis badak, yaitu badak jawa (rhinocerus sondaicus) dan badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis). Badak jawa lebih besar dibanding badak sumatera. Badak jawa bisa mencapai berat 2 ton, sedangkan badak sumatera hanya 1 ton. Badak sumatera merupakan badak terkecil yang masih hidup. Perbedaan lainnya adalah badak jawa bercula satu, sedangkan badak sumatera mempunyai tonjolan kecil selain cula sehingga terkesan bercula dua.
3. Tapir
Tapirus (Tapirus indicus) merupakan fauna yang menakjubkan. Fauna ini diduga berasal dari hutan tropis Amerika Selatan. mengapa fauna ini sampai di indonesia belum diketahui penyebabnya? Saat ini tapir hanya bisa ditemukan di hutan-hutan sumatera. Melihat dari persebarannya, mungkin tapir juga pernah hidup di jawa dan kalimantan tetapi kini sudah punah.
4. Banteng
Tentu kamu pernah melihat sapi bukan? Sapi, terutama sapi bali adalah kerabat dekat dari banteng (Bos Javanicus). Sapi adalah jenis banteng yang diternakkan. Di indonesia, jumlah sapi jauh lebih banyak dibanding jumlah banteng yang masih liar. Bahkan di sumatera, banteng telah mengalami kepunahan. Saat ini, banteng liar hanya terdapat di jawa dan kecil sekali jumlahnya di kalimantan.
5, Kerbau liar
Seperti halnya sapi, kerbau adalah binatang yang diternakkan. Kerbau telah menjadi bagian budaya di indonesia. Contohnya orang minangkabau yang dianggap memperoleh nama dari minang dan kerbau yang artinya “kerbau yang menang”. Menurut legenda suku minangkabau dan suku jawa pernah sepakat untuk tidak berperang tetapi lebih baik mengadakan pertandingan antara dua kerbau. Di tempat lain kerbau menjadi bagian dari upacara adat seperti di toraja. Kerbau juga berguna membantu tugas petani membajak sawah. karena itulah kerbau banyak diternakkan. Saat ini, ada sekitar empat juta lebih kerbau yang diternakkan. Namun, populasi kerbau liar (bubalus bubalis) di dunia diperkirakan tinggal 100 ekor saja. Penyebab semakin berkurangnya populasi kerbau liar adalah nilai ekonomis yang ada pada fauna ini.
6. Harimau sumatera
Pada mulanya ada tiga jenis harimau di indonesia, yaitu harimau bali, harimau jawa, dan harimau sumatera. Kini tinggal harimau sumatera saja yang masih hidup. Harimau bali dan harimau jawa telah punah akibat kerusakan habitat, gangguan ekosistem, dan perburuan. Harimau sumatera (panthera tigris) saat ini pun jumlahnya tinggal sedikit karena diburu untuk kulitnya yang berharga dan bagian tubuhnya sebagai obat tradisional.
7. Macan tutul
Kerabat kucing selain harimau adalah macan tutul (Panthera Pardus). Fauna ini adalah jenis predator yang sangat cekatan. Hidupnya di atas pohon dengan makan tikus, burung, kelelawar, babi hutan dan rusa. Saat ini, macan tutul hanya terdapat di jawa menghuni kawasan perlindungan dan sedikit sekali yang secara liar hidup di hutan. Fauna ini terancam punah karena perburuan dan banyaknya penggunaan racun untuk umpan babi hutan yang merupakan makanan macan tutul.
8. Beruang madu
Hewan ini terdapat di sumatera dan kalimantan. Di jawa, hewan ini telah punah. Beruang madu (Helarctos Malayanus) merupakan beruang terkecil di antara keluarga beruang. hewan ini lamban dalam bergerak, berat, jarak pandang pendek, mantel bulu mengkilap, dan memiliki cakar yang besar. Mereka adalah pemanjat ulung ketika harusmengambil madu di atas pohon. Cakarnya sangat tajam sehingga meninggalkan goresan-goresan yang dalam ketika memanjat pohon. Binatang ini sangat berbahaya ketika bersama anaknya. Karena inilah binatang ini banyak dibunuh sehingga terancam kelestariannya.
9. Oran utan
Orang utan (pongo pyomaeus) merupakan jenis primata yang hidup di hutan pegunungan sumatera dan kalimantan. Fauna ini merupakan fauna endemik Indonesia yang hidp dengan makan buah-buahan hutan. Sayang, kerberadaan orang utan sangat terancam seiring dengan kerusakan hutan. Perburuan dan penangkapan anakan orang utan juga merupakan bencana yang gawat bagi kelangsungan hidup mereka. Hal ini telah menimpa di jawa yang mengakibatkan kepunahan orang utan.
10. Bekantan
Inilah fauna paling aneh dari keluarga primata. Pada umumnya, primata berhidung pesek tetapi bekantan (nasalis larvatus), terutama yang jantan, berhidung mancung dan besar. Hidung yang panjang ini berfungsi untuk mengeluarkan suara keras sebagai tanda ada bahaya. Fauna ini persebarannya sempit sekali yaitu di hutan pantai dan tepi sungai kalimantan. Fauna ini sangat giat memanjat pada pagi hari saat makan dan pada sore hari saat bergerak menuju tempat tidurnya. Keberadaan fauna ini perlu dijaga karena fauna ini jenis primata endemik yang hanya terdapat di kalimantan.
11. Siamang
Jensi primata yang paling aktraktif adalah siamang (Hylobates klossi). Mereka dapat melakukan lompatan-lompatan berbahaya di atas pohon-pohon yang sangat tinggi. Gerakan mereka sering disebut brakiasi. Dengan tungkai depan yang panjang, binatang yang sangat terampil ini berayun-ayun dari dahan ke dahan, tampak indah seolah-olah didasari rasa seni dan terkadang dengan kecepatan tinggi. Persebaran siamang lebih merata dibanding dua kerabatnya, orang utan dan bekantan. Siamang dapat ditemukan di sumatera, jawa dan kalimantan. Namun, keberadaanya juga terancam karena kerusakan habitat mereka.
12. Elang jawa
Lihatlah lambang negara kita, garuda pancasila. Sebetulnya lambang itu adalah gambaran dari elang jawa (spizaetus bartlsi). Burung ini dipilih sebagai lambang negara karena mirip dengan mitologi garuda, dikenal sebagai kendaraann dewa wisnu. Populasi elang jawa saat ini tinggal sedikit sekali dan hanya ditemukan di jawa. Ancaman serius terhadap kelangsungan hidup fauna ini adalah rusaknya habitan yang mengakibatkan terputusnya rantai makanan. Ancaman lain adalah penangkapan dan perdagangan ilegal sebagai hewan peliharaan.
13. Curik bali
Curik bali (Leucopasar rothschildi) adalah burung endemi di bali, menghuni hutan musim ujung barat laut bali. Burung ini sangat indah dan bersuara merdu. Karena itulah burung ini banyak ditangkap dan diperdagangkan. Harganya yang mahal merupakan godaan besar bagi para pemburu. Inilah yang menyebabkan burung ini menjadi sangat langka.Ancaman lain adalah perubahan hutan secara bertahap menjadi pemukiman dan pertanian.
14. Merak
Merak (Pavo Muticus) berkerabat dekat dengan ayam hutan. Meskipun bersayap lebar, fauna ini tidak bisa terbang jauh seperti burung. Merak hanya bisa terbang dari cabang ke cabang pohon lain yang berdekatan. Di indoensia, merak hanya terdapat di jawa. Konon, binatang ini dibawa pedagang dari india. Merak meyukai hutan terbuka dan daerah perkebunan. Populasi terbesar di jawa terdapat di tiga taman nasional, yaitu di ujung kulon, Alas purwo, dan baluran. Di beberapa daerah di jawa terdapat pantangan membunuh atau menangkap merak, bahkan tabu memiliki tubuhnya. Namun, ada lama itu tidak dipatuhi lagi. Oleh karena bulunya yang indah, merak banyak diburu. Inilah yang menyebabkan kelestarian mereka sangat terancam.
15. Rangkong
Beberapa jenis burung rangkong terdapat di wilayah barat. Sebagian lagi terdapat di wilayah Wallacea. beberapa yang terdapat di wilayah barat adalah rangkong badak (buceros rhinoceros), rangkong jambul (Aceros corrugatus), rangkong papan (buceros bicornis), rangkong perut putih (Anthracoceros albirostris), dan rangkong emas (Aceros undulatus). Burung rangkong biasanya menempati pohon-pohon besar seperti beringin di hutan sumatera dan kalimantan. Yang menarik dari burung ini adalah perkembangbiakannya. Si betina mengerami telurnya di dalam lubang pohon yang ditutup semen campuran tanah, kotoran dan sisa makanan hingga menyisakan celah sempit pada pohon. Rangkong jantan memberi makan melalui lubang sempit itu. Rangkong betina baru keluar lubang setelah anak-anak tumbuh besar. Burung ini juga terancam kelestariannya karena diburu untuk diambil daging dang paruhnya yang besar.
16. Pesut mahakam
Fauna ini termasuk mamalia yang hidup di air tawar. Sesuai namayna, habitatnya di sungai mahakam, kalimantan. Di beberapa negara asia juga terdapat jenis fauna ini misalnya di sungai gangga, india dan di di sungai irawadi, myanmar. Karena bentuknya yang mirip lumba-lumba (dolphin), ikanini sering disebut freshdolphin atau lumba-lumba air tawar. Yang menarik dari fauna ini adalah bernapas dengan paru-paru. Paus dan lumba-lumba memang juga bernapas dengan paru-paru tetapi keduanya hidup di perairan laut. Lain halnya dengan pesut yang hidup di air tawar. Fauna ini pun terancam karena erosi yang mengakibatkan pendangkalan sungai.
17. Siluk
Siluk atau arwana (Schleropage formosus) merupakan salah satu jenis ikan purba. Habitat ikan siluk adalah sungai dan danau. Akhir-akhir ini, siluk yang semula hidup secara liar telah beralih ke akuarium. Silik telah menjadi lambang yang menunjukkan status sosial seseorang. Akibatnya, siluk banyak diburu dan diperdagangka. Karena itu, ikan ini resmi dilindungi sejak tahun 1980. Namun demikian, perdagangan siluk tidak berhenti. Untuk mencegah kepunahan fauna ini, beberapa jenis telah ditangkarkan.

b. Tipe Australia
Tidak seperti fauna Asia yang beberapa diantaranya berukuran besar, fauna tipe australia tidak terlalu besar. Di antara mamalia berkantong tersebut, beberapa jenis telah punah yaitu beberapa jenis walabi dan bandikut. Berikut ini beberapa fauan tipe Australian.
1. Kanguru pohon
Ada lima jenis kanguru pohon yang hidup di hutan-hutan papua. Lima jenis kanguru pohon tersebut adalah kanguru pohon wakera (Dendrologus inustus), kanguru pohon mbasio (Dendrologus mbasio), kanguru pohon  ndomea (Dendrologus ursinus), kanguru pohon hias (Dendrologus goodfellowi). Seperti kanguru di Australia, kanguru pohon adalah jenis mamalia berkantong. Bedanya, kanguru australia hidup di daratan, kanguru pohon hidup di atas pohon. Di seluruh sebaran mereka, kanguru banyak diburu untuk bulu dan sumber makanan. Karena itulah jumlahnya menurun.
2. Kuskus
Kuskus merupakan keluarga possum yaitu hewan berkantong khas Australia. Beberapa di antaranya telah menyeberang melewati garis Weber dan berdiam di Sulawesi. Papua merupakan tempat yang sesuai untuk kehidupan kuskus. Kuskus sangat terancam kelestariannya karena diburu untuk diambil bulunya dan diperdagangkan sebagai binatan peliharaan. Beberapa kuskus yang diburu antara lain jenis mandorman niduk (Pseudochirops cupreus), kuskus mata biru (Phalanger ornatus matabiru), dan kuskus bubutu mehmu (Ailurops ursinus)
3. Cenderawasih
Keindahan burung ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Bulunya sangat gemerlap dengan warna-warna mencolok. Beberapa nama latin burung ini adalah paradisaea yang berarti surga. Cenderawasih yang ada di indonesia meliputi 30 jenis. Dari jumlah itu, 28 jenis hidup di hutan-hutan papua dan dua jenis menyebar di kepulauan maluku. Beberapa cenderawasih yang terkenal adalah cenderawasih merah (Padisaea rubra), cenderawasih biru (Paradisaea rodolphi), cenderawasih ragiana (Paradisaea ragginana), cenderawasih raja (cicinnurus regius) cenderawasih botak (Cinnurus respublica), cenderawasih superba (Pophorina superba). Karena keindahannya, burung ini banyak diburu hingga mengancam kelestariannya.
4. Kasuari
Kasuari termasuk jenis burung raksasa. Tinggi burung ini mencapai 100-180 sentimeter dan beratnya bisa 60 kg. Burung ini memiliki kaki yang kuat hingga dapat menggoyang sebatang pohon dan menjatuhkan buahnya. Burung ini tidak dapat terbang tetapi dapat berlari dengan cepat. Burung ini mempertahankan diri dengan menyepak lawa, termasuk manusia. Dengan kaki yang kuat dan kuku setajam pisau belati di bagian dalam jari dapat menyebakan luka yang mematikan. Keberadaan burung ini sangat terancam akibat perburuan. Selain dimanfaatkan dagingnya, tulang kasuari dapat diukir menjadi senjata tradisional.
5. Nokdiak nata Fem (Landak Papua)
Nokdiak dalam bahasa Yunani berarti lidah yang besar. Fauna ini sunggu aneh karena meskipun termasuk keluarga mamalia, tetapi perkembangbiakannya dengan bertelur. Tubuh mamali ini dipenuhi duri-duri seperti landak tetapi pendek. Berat tubuh mamalia ini bisa mencapai 16 kg. Tempat tinggalnya di hutan ini tinggi berlumut dan makanan khususnya cacing. Hewan ini jarang terlihat dan umumnya sulit untuk ditangkap.
6. Walabi
Beberapa jenis walabi telah punah dari bumi papua akibat perburuan liar karena dagingnya sangat digemari. Dari sekian jenis walabi, yang tersisa kini hanya jenis walabi saham (Macropus agile) yang mendiami rawa terbuka di papua. Untuk mencegah kepunahan, walabi kini dilindungi di daerah perlindungan taman nasional Wasur. Sekilas bentul walabi ini mirip dengan kanguru. Keduanya merupakan fauna tipe australia.

C. tipe peralihan
Fauna tipe peralihan menempati wilayah wallacea yang meliputi sulawesi, kepulauan nusa tenggara, dan beberapa pulau kecil di perairan laut dalam. Dari segi jenis dan jumlah, boleh jadi fauna tipe ini tidak sebanyak fauna tipe Asia maupun Australia. Namun, beberapa fauna tipe asia dan Australia terdapat di kawasan ini. Di kawasan ini pula terdapat fauna yang tidak terdapat di kawasan lain di dunia.
Beberapa fauna tipe peralihan kini terancam kepunahan karena habitatnya rusak dan banyak diburu untuk diperdagangkan. Beberapa yang terancam kepunahan sebagai berikut.
1. Anoa
Anoa adalah jenis kerbau tetapi kerdil. Binatang ini sangat pemalu sehingga jarang terlihat. Anoa dibedakan menjadi dua, yaitu anoa dataran rendah (Bubalus depresicornis) dan anoa gunung (bubalus quarlesi). Fauna ini adalah jenis endemi di sulawesi. Fauna ini jumlah tinggal sedikit karena diburu untuk dagingnya.
2. Babi rusa
Babi rusa  (babyrousa babyrussa) berbeda dengan babi hutan tipe asia dan babi manapun di dunia. Perbedaanya terletak pada taringnya. Taringbabi rusa mencuat hingga menyerupai tanduk dan memiliki cula yang melengkung ke atas. Fauna ini termasuk endemi juga di sulawesi. Keberadaanya teracam karena terus diburu untuk diambil daging, taring dan culanya.
3. Krabuku
Binatang ini sangat aneh karena sangat kecil. Berat badannya hanya 120 gram sehingga menjadikannya primata terkecil di dunia. Krabuku (tarsius spectrum) lebih mirip kuskus daripada kera. Namun, ia lebih berkerabat dengan kera tipe asia daripada kuskus tipe australia. Kepalanya mirip burung hantu hingga disebut juga kera hantu. Binatang ini juga diburu untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan.
4. Rangkong sulawesi
Rangkong sulawesi (Aceros cassidix) dan (Penelopidus exarhatus) hanya terdapat di sulawesi. Sesuai namanya, burung ini berkerabat dekat dengan rangkong tipe asia. Burung ini sangat unik karena umurnya dapat diketahui dari garis-garis diparuhnya. Semakin banyak garis yang terdapat di paruhnya, semakin tua juga umur burung ini. Satu garis pada paruh sama dengan satu tahu. Karena inilah, rangkong juga sering disebut sebagai burung tahunan. Jenis rangkong lain yang terdapat di kawasan Wallacea adalah Accros evereti yang merupakan endemi di pulau sumba. Sama dengan kerabatnya di kawasan tipe asia, burung ini sangat terancam kelestariannya. Paruhnya yang menjadi daya tarik burung ini untuk diburu.
5. Maleo
Maleo (Macrocephalon maleo) adalah fauna yang sangat aneh dalam perkembangbiakan. Fauna yang termasuk keluarga burung seperti ayam ini menetaskan telur dengan cara mengubur di tumpukan daun atau pasir yang hangat. Setelah menetas, anak burung ini keluar sendiri dari tumpukan daun atau timbunan pasir. Fauna ini hanya terdapat di sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. Burung yang aneh ini sangat terancam kelestariannya karena banyak diburu. Karena itulah, maleo termasuk satwa yang dilindungi.
6. Komodo
Komodo (Varanus Komodensis) merupakan binatang purba yang masih hidup. Fauna ini telah lama mengagumkan para ilmuwan karena hanya terdapat di pulau komodo dan pulau-pulau kecil di dekatnya. Mulut kadal raksasa ini mengandung bakteri mematikan sebagai senjata. Penciumannya sangat tajam untuk mendeteksi mangsa. Kukunya sangat kuat hingga ia bisa berlari dengan kecepatan 18 km/jam. Karena persebarannya yang terbatas, fauna ini dilindungi.
Itulah beberapa jenis flora dan fauna di indonesia berdasarkan persebarannya. Sebenarnya yang diuraikan di depan hanyalah sebagian kecil saja dari seluruh flora dan fauna di indonesia. Jika semua diuraikan disini, niscaya akan sangat panjang. Belum lagi ada beberapa spesies yang sampai saat ini belum diketahui.
Saat ini beberapa flora dan fauna terancam kepunahan. Padahal keberadaan flora dan fauna itu amat diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Jika keseimbangan ekosistem terganggu, akibatnya akan menimpa manusia juga. Sebagai contoh penangkapan ular sanca secara besar-besaran sehingga jumlahnya tinggal sedikit. Akibatnya, tikus merajalela karena ular sanca sebagai predatornya dihilangkan. Laju pertumbuhan tikus mejadi tidak terkendali. Mereka menyerang ladang, sawah,dan lahan pertania lainnya yang diusahakan manusia. Pada akhirnya manusia juga yang rugi. Oleh karena itulah, sudah selayaknya manusia menjaga lingkungan agar ekosistem tetap seimbang.

C. Hubungan Sebaran Flora dan fauna dengan kondisi fisik
Keanekaragaman flora dan fauna di suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik maupun nonfisik yang ada di suatu wilayah. Ada tanaman yang hanya dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dan ada tanaman yang dapat hidup di daerah yang sangat kering. Bagaimanakah pengaruh kondisi fisik suatu wilayah terhadap persebaran flora dan fauna? Tahukah kamu, apa saja yang termasuk kondisi fisik suatu wilayah? yang termasuk faktor fisik (Abiotik) adalah iklim, air, tanah, dan ketinggian tempat.
1. Iklim
Masih ingatkah kamu unsur-unsur iklim? Unsur-unsur iklim tersebut turut berpengaruh terhadap sebaran flora dan fauna. Unsur-unsur iklim tersebut antara lain adalah suhu, kelembapan udara, curah hujan, angin, dan penyinaran matahari. Faktor suhu dan kelembapan udara berpenaruh terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari diperlukan tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Sedangkan angn akan membantu proses penyerbukan. Perbedaan unsur iklim yang ada di suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda.
Indonesia yang terletak di daerah beriklim tropis memiliki jenis tanaman yang beraneka macam, subur, dan hijau sepanjang tahun.Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. Berbeda dengan daerah gurun hanya sedikit flora dan fauna yang sanggup menyesuaikan diri, contoh : pohon kaktus yang dapat bertahan karena mampu menyimpan air dalam batangnya. Kehidupan fauna juga dipengaruhi oleh iklim. Binatang di daerah gurun akan sulit menyesuaikan diri bila harus hidup di darah kutub yang beriklim dingin.
2. Tanah
Tanah merupakan media yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Dalam tanah terkandung unsur-unsur yang diperlukan tanaman untuk tumbuh. Komposisi tanah umumnya terdiri atas bahan mineral anorganik, bahan organik, udara, dan air. Perbedaan kandungan kadar kimiawi tanah berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah.
Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang hidup di suatu wilayah. Contohnya, di Nusa tenggara jenis hutannya sabana karena tanahnya yang kurang subur. Bandingkanlah hutan yang subur di daerah pegunungan dengan hutan yang berada pada daerah yang mengandung kapur atau tanah liat. Apakah jenis tanamannya berbeda?
3. Air
Air merupakan komponen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manuusia, dan tempat hidup bagi ikan. Keberadaan air tergantung dari curah hujan yang ada di suatu wilayah. Daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, keanekaragaman tanamannya lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang memiliki curah hujan rendah. Di daerah tropis, banyak terdapat hutan lebat, pohonnya tingi-tinggi, dan daunnya hijau sepanjang tahun. Sedangkan di daerah gurun, keanekaragaman flora dan faunanya lebih sedikit.
4. Tinggi rendahnya permukaan bumi
Ketinggian suatu tempat menentukan jenis organisme yang hidp di tempat tersebut. Daerah dengan ketinggian yang berbeda akan memiliki kondisi fisik yang berbeda. Semakin tinggi suatu daerah, semakin rendah suhu di darah tersebut. Setiap naik 10 meter suhu udara rata-rata turun sekitar 0.5 derajat celcius. Jadi, semakin rendah suatu daerah, semakin panas suhunya, dan sebaliknya semakin tinggi suatu daerah, semakin dingin daerah tersebut. Perbedaan ketinggian ini menyebabkan keanekaragaman persebaran hewan atau tumbuhan yang ada di suatu wilayah.

D. Kerusakan Flora dan Fauna

Jika sungai terakhir telah teracuni,
dan ikan terakhir telah mati,
Manusia baru sadar bahwa uang tidak lagi punya arti

Itulah kampanye kesadaran lingkungan yang selalu didengungkan oleh para aktivis lingkungan hidup. Kampanye itu berawal dari keprihatinan mereka terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi akibat keserakahan manusia. Mereka mencoba mengetuk pintu kesadaran kita betapa kekayaan yang kita miliki tidak ada gunanya sama sekali jika lingkungan telah rusak. Apakah arti kekayaan jika hidup dalam kekhwatiran?
Lingkungan adalah aset kehidupan yang tidak ternilai harganya. Jika lingkungan itu rusak, hilanglah aset itu dan terancamlah kehidupan kita. Dari berbagai media keita dapat melihat beberapa tragedi lingkungan yang membawa korban dalam jumlah besar. Ratusan orang meninggal akibat tragedi lingkungan. Tercatat 112 orang meninggal dalam peristiwa banjir bandang sungai bohorok, kabupaten langkat, sumatera utara akibat penebangan liar di hutan gunung lauser. Kemudian, 26 orang meninggal akibat bencana longsor di pacet, kabupaten mojokerto, jawa timur dan masih banyak bencana serupa yang terjadi di indonesia, seperti jember, banjarnegara, dan sebagainya.
Dari tragedi itu, kita bisa membayangkan betapa tidak berdayanya melawan keganasan alam. Semua itu tidak akan terjadi jika kita peduli terhadap lingkungan. Seharusnya kita sadar bahwa ada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Lingkungan akan memberikan manfaat bagi manusia selama diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, jika kita semena-mena terhadap lingkungan, bencanalah yang akan menimpa kita.
Flora dan fauna adalah bagian dari lingkungan yang secara menakjubkan telah menjaga ekosistem agar tetap seimbang. Sebuah pohon di hutan misalnya, setelah mencapai umur tertentu serta menghasilkan banyak generasi, pohon itu akan berhenti tumbuh, tidak dapat berbuah lagi, dan akhirnya lapuk dimakan usia. Pohon itu akan roboh dan membusuk. Pohon yang membusuk itu menjadi media tumbuh bagi pohon-pohon kecil generasinya. Dengan demikiian, populasi pohon terkendali.
Demikian halnya dengan fauna. Seekor tarantula (laba-laba tanah) betina akan memakan jantanya setelah mereka kawin. Si betina akan menetaskan banyak telur. Anak-anak tarantula yang baru menetas itu akan memakan ibunya. Dengan cara yang menakjubkan ini, populasi tarantula akan terkendali dan ekosistem tetap seimbang.
Dalam ekosistem, terdapat lingkaran dimana makhluk hidup saling memakan dan dimakan. Lingkaran itu disebut rantai makanan. Karena rantai makanan itulah ekosistem tetap dalam keadan seimbang. Jika rantai makanan itu terputus, manusia kan menanggung akibatnya. Sebagai contoh di hutan, harimau merupakan predator bagi babi hutan. Jika harimau banyak diburu dan dibunuh, jumlah babi hutan tidak terkendali. Hutan tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan popuasi babi hutan yang sangat besar. Babi hutan itu akan menyerbu tanah-tanah pertanian dan rumah penduduk untuk mencari makan. Siapa yang rugi?

1. Kerusakan flora dan fauna oleh manusia
Diakui atau tidak, manusia dalah makhluk yang berperan besar dalam menciptakan kerusakan flora dan fauna. Beberapa kegiatan manusia secara langsung maupun tidak langsung telah menyebabkan beberapa flora dan fauna mengalami kelangkaan bahkan kepunahan. Untuk mencegah ini terjadi secara terus-menerus sebaiknya kita mengenali kerusakan yang terjadi pada flora dan fauna serta apa saja yang dapat menyebabkan kerusakan itu. Dengan mengenali kerusakan itu, kita dapat mengambil hikmah dan membuat langkah antisipasi agar kerusakan itu tidak berlanjut.
Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna akibat kegiatan manusia.
a. Pencemaran
Pencemaran lingkungan adalah faktor yang sangat berperan dalam penciptaan kerusakan flora dan fauna. zat-zat polutan telah banyak membunuh flora dan fauna di darat maupun di perairan. Kini, zat-zat itu semakin menyesaki bumi akibat kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi memang kita butuhkan tetapi disisi lain telah menyebabkan pencemaran yang sangat membahayakan kehidupan. Hasil dan sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini telah meracuni tanah, air, seta udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan.
Kita biasa membedakan pencemaran menjadi tiga macam, yaitu pencemaran udara, air dan tanah. Pembedaan seperti itu tidaklah tepat benar karena ketiganya saling berkaitan. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara. Terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur denan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida itu bersifat asam sehingga sering disebut hujam asam. Hujan asam ini jika mengenai tanaman atau hewan secara langsung dapat memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan yang asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atytau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jika masih hidup akan menyimpan racun dalam tubuhnya.
Pencemaran air pada akhirnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zat-zat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan bercampur dengan udara ketika berlangsung proses penguapan. Sebagian air yang tercemar juga memasuki tanah sehingga tanah pun ikut tercemar.
pencemaran tanah pun akhirnya juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di dalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak seda dan menyesakkan pernapasa. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, serta danau.
b. Eksploitasi hutan
Pengambilan hutan secara besar-besaran, cepat atau lambat akan memusnahkan flora dan fauna tertentu di permukaan bumi. Beberapa flora memiliki pertumbuhan yang sangat lambat misalnya jati, sehingga untuk memperbaruinya diperulkan waktu yang sangat lama. Ada juga yang hanya tumbuh pada waktu tertentu misalnya bunga raflesia arnoldi.
c. Perburuan liar
Beberapa fauna mempunyai daya tarik tersendiri sehingga mempunyai nilai ekonomis. inilah yang menyebakan bebearpa fauna diburu oleh manusia. Badak diburu oleh manusia karena diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. gajah diburu manusia karena gadingnya dapat digunakan sebagai hiasan dan peralatan dengan harga mahal. cenderawasih diburu karena bulunya yang indah. Dan beberapa fauan lagi diburu karena alasan tertentu. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna berada di ambang kepunahan.

d. Penggunaan pestisida
Dalam petanian penggunan pestisida dimaksudkan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja, pestisida itu juga membunuh hewan yang menguntungkan. Bberapa burung telah mati akibat penggunaan pestisida. Burung-burung yang tahan terhadap pestisida akan mengalami gangguan reproduksi. Berdaarkan penelitian, pestisida berpengaruh terhadap pembentukan kalsium dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya sangat tipis sehingga bayi burung tidak dapat bertahan hidup. Langkah elang jawa diduga kuat juga karena penggunaan pestisida ini.

e. Penggunaan pupuk buatan
Di satu sisi, pupuk buatan  berfungsi menyuburkan tanaman. Namun, di sisi lain pupuk telah berperan besar terhadap kelangkaan beberapa jenis fauna. Berdasarkan penelitian, para ahli menyimpulkan bahwa penggunaan pupuk telah menyebabkan hilangnya beberapa jenis ikan di sungai dan danau. Bagaimana ini bisa terjadi?

Pupuk y ang disebarkan di lahan pertanian tidak semuanya diserap oleh tanaman. Beberapa diantaranya telah dihanyutkan hinga sampai ke sungai dan dauanu. Pupuk itu menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok hingga pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa jenis ikan. Selain itu, eceng gondok yang membusuk menyebabkan air bersifat asam. Beberapa jenis ikany ang tidak asnggup bertahan akan mati dan akhirnya punah.
Itulah beberapa kerusakan flora dan fauna serta hal-hal yang menyebabkannya. kerusakan itu sesega mungkin harus kita cegah dan karena dampaknya akan menmpa kita juga.

2. Dampak kerusakan flora dan fauna bagi kehidupan
Kini beberapa flora dan fauna telah hilang dari habitatna. Gajah jawa, harimau jawa dan bali, kini tinggal dongeng belaka. Suatu saat binatan yang saat ini bisa kita lihat, boleh jadi juga tinggal cerita buat anak cucu kita. Beberapa hutan telah habis dibabat berubah menjadi lahan-lahan kritis yang kelak terhanyut dan mendangkalkan sungai-sungai. Karena sudah begitu dangkal, sungai tidak lagi mampu menampung air dan meluaplah banjir menerjang segala yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Betapa tragisnya, berikut ini dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan
a. Ekosistem tidak seimbang
Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika salah satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak seimbang dan akibatnya sangat merugikan kehidupan. Para ahli pernah menadakan percobaan dengan membuang spesies predator, yaitu bintang laut jenis pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang mirip remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat hingga menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahu, beberapa spesies mulai menghilang hingga tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang sehinga ganggang tidak bisa tumbuh.
b. Kelangkaan sumber daya
Flora dan fauna merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang sangat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berguna bagi manusia. Hutan juga mampu menyimpan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilknannya. Lebih fatal lagi, persediaan air akan berkurang sehingga air menjadi barang langka.
c. Menurunnya kualitas kesehatan
Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa diantaranya diusahakan manusia dengan sengaja dalam bentuk budi daya. beberapa zat polutan dan pestisida dapat tersimpan dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebtu akan berpindah ke dalam tubuh manusia.
Indikasi dari rusaknya fauna telah terbukti dengan munculnya penyakit yang disebabkan oleh binatang peliharaan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Bberapa fauna juga tidak layak untuk dimakan misalnya kerang yang hidup di perairan yang tercemar.Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menyimpan dalam tubuhnya sehingga sangat berbaya jika dikonsumsi.
d. Tragedi lingkungan karena kerusakan hutan
Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan flora dan fauna sangat sering terjadi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang amat sering kita dengar serta saksikan jikamusim hujan tiba. Ini tidak lepas dari akibat kerusakan hutan. Hutan yang telah rusak tidak mampu lagi menahan air hujan sehingga air menghanyutkan tanah. Terjadilah banjir dan tanah lonsor, inilah contoh tragedi lingkungan.
e. Hilangnya kesuburan tanah
Unsur utama kesuburan tanah adalah nitrogen (N). Unsur ini terkandung dalam DNA mahkluk hidup. Sebagian besar nitrogen yang penting itu, dhasilkan oleh flora dan fauna. Flora seperti kacang polong, buncis,d an kedelai mendorong penguraian nitrogen di dalam tanah. Suatu zat kimia dalam akar tumbuhan tersebut telah memacu pembiakan bakteri rhizobium yang dapat memproduksi nitrogen. bakteri ini akan membentuk bintil-bintil akar yang menyediakan nitrat bagi tanaman. Beberapa jenis flora lain juga dapat menghasilkan nitrat dengan cara berbeda. Jika flora mengalami kerusakan, pembentukan nitrat akan terganggu sehingga tanah kehilangan produktivitasnya.
f. Putusnya daur kehidupan.
Inilah dampak yang mengerikan jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Semua bentuk kehidupan di bumi tersusun dari unsur karbon. Karbon ini terus bergerak pada berbagai bagian biosfer dalam bentuk senyawa kimia. Karbon ada dalam tubuh organisme, dalam air, udara dan di dalam bumi itu sendiri. Karbon yang ada di atmotsmer jika bersenyawa dengan oksigen akan membentuk karbon dioksida (CO2). Senyawa ini diserap tumbuhan dalam prosef fotosintesis. Dalam tumbuhan, karbon diubah menjadi karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan manusia dan hewan sebagai sumber energi.
Dalam tubuh manusia dan hewan, karbon berbentuk senyawa kalsium karbonat yang terdapat dalam tulang. Jika manusia dan  hewan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri serta dilepaskan ke udara dalam bentuk CO2. Terulanglah daur karbon melalui tumbuhan. Jika flora dan fauna yang merupakan komponen dalam daur ini mengalami kerusakan, daur karbon akan terputus. Sudah pasti kehidupan akan terganggu.
Itula dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Sekarang, kamu tahu betapa pentingnya flora dan fauna itu. Karena itulah, menjaga kelestarian flora dan fauan bukan lagi suatu kewajiban tetapi kebutuhan. Kerusakan flora dan fauna pada akhirnya akan merugikan kita juga. Sudah saatnya sejak sekarang, kamu mulai memerhatikan lingkungan dengan kesadaran yang tinggi untuk menjaganya.

3. Upaya perlindungan flora dan fauna
Kini tekanan pemanfaatan sumber daya alam didukung teknologi telah begitu serius mengancam kelestarian flora dan fauna. Beberapa jenis flora dan fauna terancam kepunahan menyusul beberapa jenis lainny ayang telah punah duluan. Kepunahan memang bukan gejala baru. Beberapa jenis flora dan fauna telah hilang bersama sejarah bumi.
Punahnya harimau bali pada tahun 1942, seolah memberi peringatan bahwa jenis lain akan menyusul. Dan benar, selang beberapa tahun keumdian yaitu tahun 1980, harimau jawa juga tinggal dongeng kenangan. Kepunahan ini disebabkan oleh nilai komersial binatang-binatang itu dan rusaknya habitat mereka. Kepunahan ini juga akan menimpa beberapa jenis flora jika tidak ada upaya perlindungan.
Di indonesia memiliki lebih dari 350 kawasan yang dilindungi yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Direktorat Konservasi, Direktorat Jenderal Pelestarian hutan dan pengawetan Alam (PHPA). Kawasan-kawasan tersebut dikategorikan menjadi tamana nasional,. cagar perburuan, cagar alam, kawasan perburuan, hutan lindung dan taman wisata.





Penelusuran yang terkait dengan macam-macam hutan

jenis-jenis hutan
fungsi hutan
macam-macam hutan menurut fungsinya
manfaat hutan
macam-macam hutan dan pengertiannya
macam-macam hutan berdasarkan iklim
pengertian hutan
macam macam jenis hutan


Silahkan Masukkan Email anda Untuk Update Fakta Lainnya:

0 Response to "Penjelasan secara Lengkap tentang Flora dan Fauna"

Post a Comment

Tolong Jangan Melakukan SPAM ya.
KOMENTARLAH SESUAI ARTIKEL DI ATAS :)

TERIMA KASIH
ADMIN
INDRA SAPUTRA